08 Oct 2019
kembali ke list
Sidoarjo - Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : KP 479 Tahun 2015 tentang Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat di Bandar Udara bahwa keadaan gawat darurat di bandar udara adalah suatu kejadian tidak terduga yang mengakibatkan terganggunya operasional di Bandar Udara baik terkait pelayanan pesawat udara atau kelangsungan pelayanan di Terminal Penumpang.
Menyadari pentingnya keterampilan serta kesigapan personil terutama bagian Airport Rescue Fire Fighting (ARFF), Bandar Udara Internasional Juanda menggelar latihan Partial Exercise Hotdrill Part 2 Tahun 2019, Selasa malam (8/10). Partial Exercise (Hotdrill) rutin dilaksanakan dan kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya pada tahun 2019.
Tujuan pelatihan ini adalah untuk menguji keterampilan personil dalam operasi pertolongan pemadaman dan evekuasi serta menguji keterampilan dalam penggunaan alat pertolongan pemadam dan evakuasi serta melatih dan meningkatkan prosedur koordinasi antar unit-unit kerja, fungsional penyelamatan dan pertolongan dalam penanggulangan keadaan darurat, serta meningkatkan kualitas SDM dan performance peralatan utama Airport Rescue and Fire Fighting sesuai standar Level of Service. Kendaraan operasi yang digunakan dalam Partial Exercise Hotdrill ini antara lain Nurse Tender, Ambulance, Comando Car dan Utility Car.
“Selain melatih kesigapan personil bagian Airport Rescue Fire Fighting (ARFF), kegiatan Partial Exercise (Hotdrill) _ ini juga untuk menguji sekaligus mengevaluasi fungsi-fungsi koordinasi, komunikasi dan komando antar unit dengan dokumen penanggulangan keadaan darurat bandar udara (Airport Emergency Plan),” ujar Heru Prasetyo General Manager Bandar Udara Internasional Juanda.
Sebelum pelaksanaan Partial Exercise Hotdrill Part 2 Tahun 2019 ini, telah dilaksanakan table top dimana skenario alur komunikasi melalui simulasi dengan gambar dan miniatur kendaraan. Serta dilakukan simulasi komunikasi tanpa adanya transkrip sehingga para pihak yang terlibat harus memahami alur komunikasi dan langkah yang harus diambil saat terjadi keadaan darurat.
Diharapkan hasil dari Partial Exercise Hotdrill Part 2 Tahun 2019 ini mampu meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan dalam penanggulangan keadaan darurat penerbangan di Bandar Udara Internasional Juanda. Sehingga dapat mewujudkan layanan berskala global dalam standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan dan standar pelayanan prima harus memenuhi aspek 3S+1C, yaitu safety, security, service dan compliance.